14

Putra & Putri DIPISAH

Masuk TANPA TES MASUK

SD Lughatunâ menerima siswa tanpa tes masuk, walaupun SD Lughatunâ belum menerima anak berkebutuhan khusus. Saat Sekolah Lughatuna menerima siswa tanpa tes masuk, Sekolah Lughatuna ingin (1) menerima anak apa adanya; (2) menegaskan perannya sebagai agent of change, mampu mengubah kondisi siswa dari tanpa menjadi mampu; (3) melihat setiap anak adalah unik dan memiliki kemampuan yang tidak sama; sungguh usaha kalian memang berbeda-beda (QS. Al-Layl/92:4); dan (4) menilai kemampuan anak berdasarkan perkembangannya dari waktu ke waktu dan tidak membandingkannya dengan siswa lainnya.

AKTIVITAS HARIAN

HARI BELAJAR SENIN - JUMAT

Kegiatan Harian

Kelas 1 - 3
07.20 - 14.00

Jam belajar kelas 1 – 3 dimulai dari pukul 07.20 – 14.00 (klik tanda panah untuk melihat uraian kegiatan).

Menyambut kedatangan siswa merupakan upaya untuk memberikan kenyamanan dan keceriaan bagi setiap siswa setiap kali datang ke sekolah. Awal kegiatan sekolah yang nyaman dan ceria akan menjadi pijakan bagi anak untuk menuntaskan hari belajar dengan maksimal.
Kegiatan menyambut kedatangan siswa merupakan akad serah terima dari orangtua kepada Sekolah Lughatuna. Di sisi lain, kegiatan tersebut sebagai sarana silaturahim Guru Sekolag Lughatuna dengan orangtua.

Sama seperti orang dewasa, anak-anak perlu persiapan untuk menjalani transisi atau peralihan. Anak-anak perlu waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang bakal datang. Anak-anak akan beralih dari kegiatan di rumah yang tidak terstruktur ke kegiatan sekolah yang terstruktur. Jurnal Pembukaan merupakan kegiatan transisi antara rumah dan sekolah. Sifat kegiatan Jurnal Pembukaan bebas terarah.
Bisa jadi secara psikis siswa belum siap untuk memulai kegiatan belajar saat pertama kali datang ke sekolah. Membuat jurnal dalam bentuk gambar dan tulisan bebas dapat membantu siswa mempersiapkan diri secara psikis untuk belajar. Melalui menggambar, membuat buku cerita bergambar, atau kegiatan bebas lainnya, siswa belajar bagaimana cara mengekspresikan perasaan secara positif dan mengembangkan minatnya. Secara bertahap saat membuat Jurnal Pembukaan siswa dapat dibimbing untuk mengembangkan kemampuan tiga bahasa (Indonesia, Inggris, dan Arab) secara tertulis.

Sesi 1 merupakan kegiatan belajar formal. Materi ajar berupa:

  1. Kurikulum Nasional
  2. Kurikulum Cambridge dengan pengantar bahasa Inggris untuk pelajaran bahasa Inggris, Matematika, dan Sains.
  3. Kurikulum Saudi Arabia untuk pelajaran Tauhid dan Fikih dengan pengantar bahasa Arab bagi kelas 4-6.

Imam Ahmad berpendapat, makan adalah bagian dari agama Islam. Makan akan bernilai pahala manakala berdasarkan dan bertujuan untuk Allah. Sekolah Lughatuna menjadikan kegiatan makan dan minum sama pentingnya dengan kegiatan pembelajaran lainnya. Melalui kegiatan makan dan minum bersama dengan pendampingan pendidik, diharapkan adab-adab Islam, nilai-nilai luhur, dan etiket dapat terbentuk serta menjadi perilaku permanen anak dalam makan dan minum.
Selain hal di atas, kegiatan makan dan minum bersama diharapkan  dapat mengembangkan sikap:

  1. Tanggungjawab. Seluruh kegiatan makan dan minum dilakukan oleh anak langsung, seperti mengambil piring, sendok, gelas minum, nasi dan lauk pauk. Selesai makan anak mengembalikan alat makan ke tempatnya semula. Kebersihan area makan juga menjadi tanggungjawab setiap anak.
  2. Berbagi dan peduli. Cara makan bersama yang diselengga rakan oleh Lughatuna Schools secara prasmanan. Tetapi, tidak berarti bahwa anak yang mengambil makanan pertama kali berarti ia pula anak yang pertama makan. Makan bersama tidak akan dimulai jika seluruh kelompok makan belum mendapatkan makanannya. Saat mengambil makanan berarti anak harus memperkirakan ketersedian makanan hingga temannya yang terakhir.
  3. Mengenali batas kebutuhan tubuh. Masing- masing anak mengambil makan dan minumnya Banyak atau sedikitnya makanan yang diambilnya harus sesuai dengan kebutuhannya. Makanan yang diambil harus dihabiskan.
  4. Membantu dan melayani sesama. Saat anak- anak telah menginjak kelas yang lebih tinggi, mereka secara bergantian akan melayani teman-temannya saat makan dan minum, yaitu mengambil makanan dan minuman dari dapur, menyediakan alat makan, melayani dan menghidangkan makanan dan minuman, lalu mengembalikan peralatan makan ke dapur.
  5. Membentuk pola makan yang sehat dan teratur. Lughatunâ Schools tidak menyediakan kantin, yang ada hanya Anak pun hanya dibolehkan membawa susu -jika diperlukan. Waktu makan anak hanya ada saat sarapan pagi, makan siang dan kudapan sore (khusus kelas 4-6).

Sesi 2 merupakan kegiatan belajar formal. Materi ajar berupa:

  1. Kurikulum Nasional
  2. Kurikulum Cambridge dengan pengantar bahasa Inggris untuk pelajaran bahasa Inggris, Matematika, dan Sains.
  3. Kurikulum Saudi Arabia untuk pelajaran Tauhid dan Fikih dengan pengantar bahasa Arab bagi kelas 4-6.

Mewujudkan anak yang cakap dan benar dalam melaksanakan wudu dan salat sangat tidak cukup jika sekolah hanya menyelenggarakan kegiatan salat berjamaah tanpa pendampingan yang kontinu dan terus menerus saat anak melaksanakan wudu dan salat. Sekolah Lughatunâ secara kontinu mendampingi anak saat wudu dan salat. Setiap kali anak wudu, guru mendampingi anak untuk memastikan bahwa anak berwudu dengan baik dan benar.

Pekerjaan rutin yang dilakukan sebelum pelaksanaan salat berjamaah, selain wudu adalah praktik tata cara salat secara bertahap. Azan dikumandangkan oleh siswa secara bergantian. Para siswa-siswi yang mendengarkan azan dibimbing untuk menjawab azan. Sebelum melaksanakan salat Zuhur, semua siswa dibiasakan untuk melaksanakan salat sunnah sebelum Zuhur dua rakaat, begitupula salat dua rakaat setelah selesai salat Zuhur. Pembiasaan zikir setelah salat juga menjadi rutinitas yang dibiasakan.

Selain hal di atas, adalah pembiasaan adab- adab di Masjid menjadi kegiatan rutin yang dilakukan secara bertahap, semisal pembiasaaan zikir masuk dan keluar Masjid, menghormati dan mengagungkan Masjid, menjadikan Masjid sebagai tempat zikir, membaca Alquran dan salat.

Pada akhirnya, kelak –insya Allah, kegiatan Pembelajaran Wudu dan Salat dapat membentuk anak yang (1) cakap dalam wudu dan salat, (2) mengamalkan adab-adab di Masjid secara maksimal, dan (3) menjadikan Masjid sebagai tempat zikir, membaca Alquran dan salat.

Konsep dan cara Makan Siang seusai dengan Sarapan Pagi, kecuali seusai makan siang disertai dengan menyikat gigi.

Mengapa Sekolah Lughatunâ mewajibkan peserta didiknya makan dan minum dari sekolah? Bukankah beban biaya sekolah menjadi bertambah?

Sekolah yang membebaskan anak menyediakan makan dan minum dari rumah, cenderung mengabaikan apa dan bagaimana anak makan dan minum. Apakah nilai-nilai Islam yang diajarkan di sekolah, benar-benar dipraktikkan oleh anak?. Anak butuh pendampingan dari Guru untuk terbiasa makan dan minum sesuai nilai-nilai Islam. Selain juga bekal makanan yang dibawa dari rumah, bisa jadi tidak hangat lagi. Jenis makanan yang disediakan pun, sesuai dengan selera anak. Jika demikian, membentuk pola makan sehat menjadi terabaikan.

Klaim bahwa makan dan minum jika disediakan oleh siswa sendiri lebih murah tidak sepenuhnya benar. Terkadang waktu dan biaya tidak langsung yang digunakan orangtua untuk menyiapkan bekal anak tidak dianggap sebagai pengeluaran. Selain itu, anak juga dibekali dengan uang jajan. Di Lughatunâ Schools siswa tidak membawa uang jajan. Seandainya siswa tetap dibekali uang jajan, uang jajan tidak dapat dimanfaatkan sama sekali. Sebab Sekolah Lughatunâ tidak menyediakan kantin dan siswa terlindung dari interaksi ke luar lingkungan Sekolah Lughatunâ.

Sesi 3 merupakan kegiatan belajar formal terakhir. Materi ajar berupa:

  1. Kurikulum Nasional
  2. Kurikulum Cambridge dengan pengantar bahasa Inggris untuk pelajaran bahasa Inggris, Matematika, dan Sains.
  3. Kurikulum Saudi Arabia untuk pelajaran Tauhid dan Fikih dengan pengantar bahasa  Arab bagi kelas 4-6.

Sesi 3 disebut juga Jurnal Penutup lebih bersifat sebagai recalling atau mengingat kembali pengalaman belajar yang telah dicapai dari awal hingga akhir hari belajar. Saat Jurnal Penutup anak menceritakan kembali pengalaman belajarnya secara lisan.  Jurnal Penutup menjadi sarana bagi anak untuk mengembangkan kemampuan berbahasa

Indonesia, Inggris dan Arab secara lisan. Jurnal Penutup merupakan ‘penilaian’ harian tentang perkembangan yang dicapai anak.

Bagi Guru, Jurnal Penutup merupakan refleksi untuk melihat efektivitas pengajaran yang disampaikannya.

Saat jam pulang, Lughatuna Schools menyerahkan anak kepada orangtua atau orang yang mewakili untuk menjemput. Memastikan anak telah diterima oleh orangtua dan anak langsung pulang ke rumah setelah sekolah adalah tujuan lain dari prosesi Pelepasan Kepulangan Siswa.

Kegiatan Harian

Kelas 4 - 6
07.20 - 15.30

Jam belajar kelas 4 – 6 dimulai dari pukul 07.20 – 14.00 (klik tanda panah untuk melihat uraian kegiatan).
Aktivtas siswa kelas 4-6 sama dengan siswa kelas 1-3 kecuali penambahan jam belajar.

Menyambut kedatangan siswa merupakan upaya untuk memberikan kenyamanan dan keceriaan bagi setiap siswa setiap kali datang ke sekolah. Awal kegiatan sekolah yang nyaman dan ceria akan menjadi pijakan bagi anak untuk menuntaskan hari belajar dengan maksimal.
Kegiatan menyambut kedatangan siswa merupakan akad serah terima dari orangtua kepada Sekolah Lughatuna. Di sisi lain, kegiatan tersebut sebagai sarana silaturahim Guru Sekolag Lughatuna dengan orangtua.

Sama seperti orang dewasa, anak-anak perlu persiapan untuk menjalani transisi atau peralihan. Anak-anak perlu waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang bakal datang. Anak-anak akan beralih dari kegiatan di rumah yang tidak terstruktur ke kegiatan sekolah yang terstruktur. Jurnal Pembukaan merupakan kegiatan transisi antara rumah dan sekolah. Sifat kegiatan Jurnal Pembukaan bebas terarah.
Bisa jadi secara psikis siswa belum siap untuk memulai kegiatan belajar saat pertama kali datang ke sekolah. Membuat jurnal dalam bentuk gambar dan tulisan bebas dapat membantu siswa mempersiapkan diri secara psikis untuk belajar. Melalui menggambar, membuat buku cerita bergambar, atau kegiatan bebas lainnya, siswa belajar bagaimana cara mengekspresikan perasaan secara positif dan mengembangkan minatnya. Secara bertahap saat membuat Jurnal Pembukaan siswa dapat dibimbing untuk mengembangkan kemampuan tiga bahasa (Indonesia, Inggris, dan Arab) secara tertulis.

Sesi 1 merupakan kegiatan belajar formal. Materi ajar berupa:

  1. Kurikulum Nasional
  2. Kurikulum Cambridge dengan pengantar bahasa Inggris untuk pelajaran bahasa Inggris, Matematika, dan Sains.
  3. Kurikulum Saudi Arabia untuk pelajaran Tauhid dan Fikih dengan pengantar bahasa Arab bagi kelas 4-6.

Imam Ahmad berpendapat, makan adalah bagian dari agama Islam. Makan akan bernilai pahala manakala berdasarkan dan bertujuan untuk Allah. Sekolah Lughatuna menjadikan kegiatan makan dan minum sama pentingnya dengan kegiatan pembelajaran lainnya. Melalui kegiatan makan dan minum bersama dengan pendampingan pendidik, diharapkan adab-adab Islam, nilai-nilai luhur, dan etiket dapat terbentuk serta menjadi perilaku permanen anak dalam makan dan minum.
Selain hal di atas, kegiatan makan dan minum bersama diharapkan  dapat mengembangkan sikap:

  1. Tanggungjawab. Seluruh kegiatan makan dan minum dilakukan oleh anak langsung, seperti mengambil piring, sendok, gelas minum, nasi dan lauk pauk. Selesai makan anak mengembalikan alat makan ke tempatnya semula. Kebersihan area makan juga menjadi tanggungjawab setiap anak.
  2. Berbagi dan Cara makan bersama yang diselengga rakan oleh Lughatuna Schools secara prasmanan. Tetapi, tidak berarti bahwa anak yang mengambil makanan pertama kali berarti ia pula anak yang pertama makan. Makan bersama tidak akan dimulai jika seluruh kelompok makan belum mendapatkan makanannya. Saat mengambil makanan berarti anak harus memperkirakan ketersedian makanan hingga temannya yang terakhir.
  3. Mengenali batas kebutuhan tubuh. Masing- masing anak mengambil makan dan minumnya Banyak atau sedikitnya makanan yang diambilnya harus sesuai dengan kebutuhannya. Makanan yang diambil harus dihabiskan.
  4. Membantu dan melayani sesama. Saat anak- anak telah menginjak kelas yang lebih tinggi, mereka secara bergantian akan melayani teman-temannya saat makan dan minum, yaitu mengambil makanan dan minuman dari dapur, menyediakan alat makan, melayani dan menghidangkan makanan dan minuman, lalu mengembalikan peralatan makan ke dapur.
  5. Membentuk pola makan yang sehat dan teratur. Lughatunâ Schools tidak menyediakan kantin, yang ada hanya Anak pun hanya dibolehkan membawa susu -jika diperlukan. Waktu makan anak hanya ada saat sarapan pagi, makan siang dan kudapan sore (khusus kelas 4-6).

Sesi 2 merupakan kegiatan belajar formal. Materi ajar berupa:

  1. Kurikulum Nasional
  2. Kurikulum Cambridge dengan pengantar bahasa Inggris untuk pelajaran bahasa Inggris, Matematika, dan Sains.
  3. Kurikulum Saudi Arabia untuk pelajaran Tauhid dan Fikih dengan pengantar bahasa Arab bagi kelas 4-6.

Mewujudkan anak yang cakap dan benar dalam melaksanakan wudu dan salat sangat tidak cukup jika sekolah hanya menyelenggarakan kegiatan salat berjamaah tanpa pendampingan yang kontinu dan terus menerus saat anak melaksanakan wudu dan salat. Sekolah Lughatunâ secara kontinu mendampingi anak saat wudu dan salat. Setiap kali anak wudu, guru mendampingi anak untuk memastikan bahwa anak berwudu dengan baik dan benar.

Pekerjaan rutin yang dilakukan sebelum pelaksanaan salat berjamaah, selain wudu adalah praktik tata cara salat secara bertahap. Azan dikumandangkan oleh siswa secara bergantian. Para siswa-siswi yang mendengarkan azan dibimbing untuk menjawab azan. Sebelum melaksanakan salat Zuhur, semua siswa dibiasakan untuk melaksanakan salat sunnah sebelum Zuhur dua rakaat, begitupula salat dua rakaat setelah selesai salat Zuhur. Pembiasaan zikir setelah salat juga menjadi rutinitas yang dibiasakan.

Selain hal di atas, adalah pembiasaan adab- adab di Masjid menjadi kegiatan rutin yang dilakukan secara bertahap, semisal pembiasaaan zikir masuk dan keluar Masjid, menghormati dan mengagungkan Masjid, menjadikan Masjid sebagai tempat zikir, membaca Alquran dan salat.

Pada akhirnya, kelak –insya Allah, kegiatan Pembelajaran Wudu dan Salat dapat membentuk anak yang (1) cakap dalam wudu dan salat, (2) mengamalkan adab-adab di Masjid secara maksimal, dan (3) menjadikan Masjid sebagai tempat zikir, membaca Alquran dan salat.

Konsep dan cara Makan Siang seusai dengan Sarapan Pagi, kecuali seusai makan siang disertai dengan menyikat gigi.

Mengapa Sekolah Lughatunâ mewajibkan peserta didiknya makan dan minum dari sekolah? Bukankah beban biaya sekolah menjadi bertambah?

Sekolah yang membebaskan anak menyediakan makan dan minum dari rumah, cenderung mengabaikan apa dan bagaimana anak makan dan minum. Apakah nilai-nilai Islam yang diajarkan di sekolah, benar-benar dipraktikkan oleh anak?. Anak butuh pendampingan dari Guru untuk terbiasa makan dan minum sesuai nilai-nilai Islam. Selain juga bekal makanan yang dibawa dari rumah, bisa jadi tidak hangat lagi. Jenis makanan yang disediakan pun, sesuai dengan selera anak. Jika demikian, membentuk pola makan sehat menjadi terabaikan.

Klaim bahwa makan dan minum jika disediakan oleh siswa sendiri lebih murah tidak sepenuhnya benar. Terkadang waktu dan biaya tidak langsung yang digunakan orangtua untuk menyiapkan bekal anak tidak dianggap sebagai pengeluaran. Selain itu, anak juga dibekali dengan uang jajan. Di Lughatunâ Schools siswa tidak membawa uang jajan. Seandainya siswa tetap dibekali uang jajan, uang jajan tidak dapat dimanfaatkan sama sekali. Sebab Sekolah Lughatunâ tidak menyediakan kantin dan siswa terlindung dari interaksi ke luar lingkungan Sekolah Lughatunâ.

Sesi 3 merupakan kegiatan belajar formal terakhir. Materi ajar berupa:

  1. Kurikulum Nasional
  2. Kurikulum Cambridge dengan pengantar bahasa Inggris untuk pelajaran bahasa Inggris, Matematika, dan Sains.
  3. Kurikulum Saudi Arabia untuk pelajaran Tauhid dan Fikih dengan pengantar bahasa  Arab bagi kelas 4-6.

Sesi 3 disebut juga Jurnal Penutup lebih bersifat sebagai recalling atau mengingat kembali pengalaman belajar yang telah dicapai dari awal hingga akhir hari belajar. Saat Jurnal Penutup anak menceritakan kembali pengalaman belajarnya secara lisan.  Jurnal Penutup menjadi sarana bagi anak untuk mengembangkan kemampuan berbahasa

Indonesia, Inggris dan Arab secara lisan. Jurnal Penutup merupakan ‘penilaian’ harian tentang perkembangan yang dicapai anak.

Bagi Guru, Jurnal Penutup merupakan refleksi untuk melihat efektivitas pengajaran yang disampaikannya.

Kudapan Sore juga sebagai upaya internalisasi akhlak Islam saat makan dan minum. Selain sebagai sarana mempererat kebersamaan seusai menyelesaikan pembelajaran untuk menyongsong hari belajar esok hari.

Sebelum melaksanakan salat Asar anak dibiasakan untuk salat sunnah dua rakaat. Seusai salat Asar berjamaah, anak membaca zikir sore, selain juga zikir setelah salat.
Seusai salat Asar berjamaah, berarti seluruh aktivitas sekolah tuntas. Siswa dapat pulang ke rumah seusai salat Asar.

Saat jam pulang, Lughatuna Schools menyerahkan anak kepada orangtua atau orang yang mewakili untuk menjemput. Memastikan anak telah diterima oleh orangtua dan anak langsung pulang ke rumah setelah sekolah adalah tujuan lain dari prosesi Pelepasan Kepulangan Siswa.

Cambridge Primary Checkpoint is a series of assessments for use in the final year of primary education. It enables schools to obtain an international benchmark of learner performance to identify and address learning needs.

For English, English as a Second Language, Mathematics and Science, Cambridge Primary Checkpoint tests are fully marked by Cambridge International. The Cambridge Primary Checkpoint assessment for Global Perspectives is a Team Project. Teachers mark the work and Cambridge moderates the marking.

There are a number of ways in which Cambridge Primary Checkpoint can be used. Some of these are outlined below:

  • To help learners understand more about their strengths and weaknesses in these subjects at the end of Cambridge Primary and prior to secondary education.
  • To help teachers, parents and learners identify strengths and weaknesses, which can then act as a basis for cooperative action planning.
  • To enable teachers and schools to help learners make the most of their educational opportunities.
  • To give schools an international benchmark of learner performance to identify and address learning needs.

Cambridge primary checkpoint

Siswa SD Lughatuna akan mengikuti CPC (Cambridge Primary Checkpoint) saat kelas 5 atau kelas 6. Terdapat 3 (tiga) mata pelajaran yang diujikan.

  1. English
  2. Mathematic
  3. Sciences

KEGIATAN TAHUNAN

Yearly Activities and Events

sd_nama
Kegiatan Tahunan SD Lughatuna
TAKRIMU AHLIL QURAN

Takrimu Ahlil-Quran (TAQ) merupakan ujian ketuntasan hafalan per juz Alquran.

CAMBRIDGE PRIMARY CHECKPOINT

Cambridge Primary Checkpoint (CPC) adalah ujian Cambridge International Examinations untuk siswa kelas 6. Terdapat 3 (tiga) mata pelajaran yang diujikan. 1. English 2. Mathematic 3. Sciences

BOARDING SCHOOL DAYS

Boarding School Days (BSD) adalah program sekolah dengan model pondok pesantren 24 jam dalam beberapa hari.

COMPETITION CAMPS

Competition Camps (CoC) adalah program pendampingan dan pelatihan khusus untuk kompetis nasional dan internasional.

STUDENT PERFORMANCE WEEK

Student Performance Week (SPW) Momen bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka.

TAHADU TAHABBU DAY

Tahadu Tahabbu Day (TTD) merupakan program berbagi antara sesama siswa. Dilaksanakan setelah PAS (Penilaian Akhir Tahun) dan PAT (Penilaian Akhir Tahun).

END OF YEAR AWARD

End of Year Award (EYA) merupakan penghargaan kepada siswa.

HAPPY GRADUATION DAY

Happy Graduation Day (EYA) merupakan hari bahagia untuk siswa, orangtua dan Sekolah Lughatuna atas kelulusan di tingkat sekolah dasar.