TK LUGHATUNA

KELOMPOK BELAJAR

KB > 3.5 TAHUN​

TK A > 4.5 TAHUN

TK B > 5.5 TAHUN​

Bahasa Pengantar adalah Bahasa Inggris

per kelas hanya 10 siswa

Bersumber dari sahabat Ibnu Abbas, ad-Daylami meriwayatkan hadis dengan sanad yang lemah.


Berkomunikasi dengan orang lain berdasarkan kemampuan daya pikir mereka. Itulah kurang lebih makna ungkapan di atas.


Minat pada anak-anak memiliki sejarah yang panjang dan kaya (serta kelam?). Sepanjang sejarah, para pemikir berspekulasi panjang lebar tentang hakikat anak-anak dan bagaimana mereka seharusnya dibesarkan. Aries (1962) menyimpulkan bahwa masyarakat Eropa tidak memberi status khusus apa pun kepada anak-anak sebelum tahun 1600. Anak-anak diperlakukan sebagai miniatur orang dewasa. Pada abad pertengahan, hukum pada umumnya tidak membedakan antara kejahatan anak-anak dan orang dewasa (Santrock, 1995). Oleh karena itu, jika anak melakukan kesalahan, dihukum.

Bagaimana cara kita mendidik anak-anak kita pada saat ini, secara khusus usia pra sekolah atawa usia dini? Kalau kita mengacu pada hadis di atas, bahwa pendidikan untuk anak -atau untuk siapa pun, seharusnya berpijak pada pertumbuhan dan perkembangan anak, biologis dan psikologis.

TK Lughatuna mengembangkan sistem pendidikan yang

  1. berorientasi pada kebutuhan anak,
  2. berorientasi pada pengembangan kecakapan hidup,
  3. dilakukan melalui pembiasaan dan pendampingan,
  4. dilakukan melalui kegiatan bermain yang menyenangkan, serta
  5. seluruh kegiatan disajikan dalam perspektif dan kerangka Islam.

 

Sahabat Umar bin Abi Salamah bercerita, saat saya masih dalam asuhan Rasullullah, saya pernah makan sambil tangan saya menjangkau makanan ke mana-mana. Nabi pun mengajarkan, Ucapkan bismillah. Makan dengan tangan kanan. Ambil makanan yang terdekat. Setelah itu, apa yang diajarkan Nabi menjadi cara makanku (HR. Bukhari dan Muslim).

Banyak buah pendidikan yang dapat dipetik dari kisah hadis di atas.

  1. Menanamkan perilaku berdasarkan kejadian nyata lebih membekas di benak peserta didik.
  2. Tidak ada kesan marah sedikit pun dari Nabi melihat perilaku Umar.

Marah, biasanya dikaitkan dengan yang silam. Perbaikan perilaku harus fokus pada apa yang datang. Jika marah dikedepankan, hukuman akan lahir. Penelitian memperlihatkan bahwa hukuman bukan hanya tidak efektif untuk menghentikan perilaku negatif, tetapi juga membantu meningkatkannya bukannya menghapus perilaku negatif. Proses pembelajaran didesain menjadi nyata ke dalam kelas. Kehidupan nyata dihadirkan ke ruang kelas. Anak-anak diajarkan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari yang melibatkan keterampilan dan kemandirian, seperti mengikat tali sepatu, menyiapkan bekal makan mereka, pergi ke toilet tanpa bantuan, membersihkan diri sendiri ketika mereka menumpahkan sesuatu, atau merapikan tempat belajar seusai belajar.

Dengan demikian, anak-anak diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari konteks yang terbatas secara bertahap, sedikit demi sedikit, dan dari proses mencoba sendiri (trial and error), sebagai bekal untuk memecahkan masalah (problem solving) dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat sekarang dan kelak.

Model BCCT (Beyond Center and Circle Time) -di Indonesia dikenal dengan Sentra dan Lingkaran- yang dikembangkan oleh Pamela Phelps, dan Model Montessori -dikembangkan oleh Maria Montessori (1870-1952) menjadi konsep utama pembelajaran di TK. 

Play is the WORK LEARN of the CHILD

KEGIATAN HARIAN
tk lughatuna

time, clock, watch-371226.jpg
Kegiatan Harian

FULL DAY

08.00 - 14.00

Aktivitas TK Lughatuna dimulai dari pukul 08.00 – 14.00 (klik tanda + untuk melihat uraian kegiatan).

Apakah waktu belajar di atas tidak terlalu lama untuk anak usia KB dan TK? Lama atau tidaknya waktu belajar bersifat relatif. Bagaimana jam belajar dikemas sangat menjadi penentu atas kemampuan anak beradaptasi dengan jam belajar.

 

FULL DAY

07.00 - 16.30

Menyambut kedatangan siswa merupakan upaya untuk memberikan kenyamanan dan keceriaan bagi setiap siswa setiap kali datang ke sekolah. Awal kegiatan sekolah yang nyaman dan ceria akan menjadi pijakan bagi anak untuk menuntaskan hari belajar dengan maksimal.
Kegiatan menyambut kedatangan siswa merupakan akad serah terima dari orangtua kepada TK Lughatuna. Di sisi lain, kegiatan tersebut sebagai sarana silaturahim Guru TK Lughatuna dengan orangtua.
Rentang kegiatan waktu kedatangan siswa dari 07:oo -08:oo memberi kesempatan bagi Ayah/Bunda dapat mengantar Ananda lebih awal jika dibutuhkan.

Sama seperti orang dewasa, anak-anak perlu persiapan untuk menjalani transisi atau peralihan. Anak-anak perlu waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang bakal datang. Anak-anak akan beralih dari kegiatan di rumah yang tidak terstruktur ke kegiatan sekolah yang terstruktur. Jurnal Pembukaan merupakan kegiatan transisi antara rumah dan sekolah. Sifat kegiatan Jurnal Pembukaan bebas terarah.
Bisa jadi secara psikis anak belum siap untuk memulai kegiatan belajar saat pertama kali datang ke sekolah. Melalui menggambar, membuat buku cerita bergambar, atau kegiatan bebas lainnya, dapat membantu siswa mempersiapkan diri secara psikis untuk belajar, selain juga anak belajar bagaimana cara mengekspresikan perasaan secara positif dan mengembangkan minatnya.

Pembiasaan zikir pagi dan doa harian adalah upaya untuk menumbuhkan kebiasaan berdoa dan berzikir dalam kehidupan sehari-hari.
Sedangkan muatan tahfiz berupa surat Alquran dari juz 30, ayat dan hadis tentang akidah.
Penumbuhan sikap terbiasa berdoa, berzikir serta menghafal Alquran adalah tujuan yang diutamakan daripada menghafal itu sendiri.
Penumbuhan sikap berdoa juga dilakukan melalui kegiatan main peran dan saat suatu kondisi terjadi. Semisal praktik doa bersin dipraktikkan saat anak bersin; pendidik mengajak anak untuk mempraktikkan doa bersin.

Lingkaran (circle time) merupakan kegiatan inti di kinderLUGH. Metode Lingkaran diadopsi dari konsep BCCT (Beyond Circle and Circle Time) dan Montessori.

Muatan Circle Time yaitu:

  1. Islamic character building (internalisasi akhlak Islam).
  2. Life skill (keterampilan hidup)
  3. Language (kemampuan bahasa)
  4. Sensory (pengindraan)
  5.  Mathematics and Sciences (konsep Matematika dan Sains
  6.  Second language (bahasa kedua Inggris)


Imam Ahmad berpendapat, makan adalah bagian dari agama Islam. Makan akan bernilai pahala manakala berdasarkan dan bertujuan untuk Allah. Sekolah Lughatuna menjadikan kegiatan makan dan minum sama pentingnya dengan kegiatan pembelajaran lainnya. Melalui kegiatan makan dan minum bersama dengan pendampingan pendidik, diharapkan adab-adab Islam, nilai-nilai luhur, dan etiket dapat terbentuk serta menjadi perilaku permanen anak dalam makan dan minum.
Selain hal di atas, kegiatan makan dan minum bersama diharapkan  dapat mengembangkan sikap:

  1. Tanggungjawab. Seluruh kegiatan makan dan minum dilakukan oleh anak langsung, seperti mengambil piring, sendok, gelas minum, nasi dan lauk pauk. Selesai makan anak mengembalikan alat makan ke tempatnya semula. Kebersihan area makan juga menjadi tanggungjawab setiap anak.
  2. Berbagi dan peduli. Cara makan bersama yang diselengga rakan oleh Lughatuna Schools secara prasmanan. Tetapi, tidak berarti bahwa anak yang mengambil makanan pertama kali berarti ia pula anak yang pertama makan. Makan bersama tidak akan dimulai jika seluruh kelompok makan belum mendapatkan makanannya. Saat mengambil makanan berarti anak harus memperkirakan ketersedian makanan hingga temannya yang terakhir.
  3. Mengenali batas kebutuhan tubuh. Masing- masing anak mengambil makan dan minumnya Banyak atau sedikitnya makanan yang diambilnya harus sesuai dengan kebutuhannya. Makanan yang diambil harus dihabiskan.
  4. Membantu dan melayani sesama. Saat anak- anak telah menginjak kelas yang lebih tinggi, mereka secara bergantian akan melayani teman-temannya saat makan dan minum, yaitu mengambil makanan dan minuman dari dapur, menyediakan alat makan, melayani dan menghidangkan makanan dan minuman, lalu mengembalikan peralatan makan ke dapur.
  5. Membentuk pola makan yang sehat dan teratur. Lughatunâ Schools tidak menyediakan kantin, yang ada hanya Anak pun hanya dibolehkan membawa susu -jika diperlukan. Waktu makan anak hanya ada saat sarapan pagi, makan siang dan kudapan sore (khusus kelas 4-6).

Circle Time sebagai kegiatan inti memiliki porsi waktu yang cukup panjang, 120 menit. Sebab proses belajar akan maksimal jika anak terlibat PENUH dalam:

  1. Tahap pijakan (scaffolding)
  2. Tahap pelaksanaan (practicing)
  3. Tahap penguatan (recalling)

Anak membutuhkan waktu lebih untuk belajar hal baru. Sesuatu yang baru akan melekat secara permanen manakala tersedia waktu yang cukup untuk mempraktikkan.

Mewujudkan anak yang cakap dan benar dalam melaksanakan wudu dan salat sangat tidak cukup jika sekolah hanya menyelenggarakan kegiatan salat berjamaah tanpa pendampingan yang kontinu dan terus menerus saat anak melaksanakan wudu dan salat. Sekolah Lughatunâ secara kontinu mendampingi anak saat wudu dan salat. Setiap kali anak wudu, guru mendampingi anak untuk memastikan bahwa anak berwudu dengan baik dan benar.

Pekerjaan rutin yang dilakukan sebelum pelaksanaan salat berjamaah, selain wudu adalah praktik tata cara salat secara bertahap. Azan dikumandangkan oleh siswa secara bergantian. Para siswa-siswi yang mendengarkan azan dibimbing untuk menjawab azan. Sebelum melaksanakan salat Zuhur, semua siswa dibiasakan untuk melaksanakan salat sunnah sebelum Zuhur dua rakaat, begitupula salat dua rakaat setelah selesai salat Zuhur. Pembiasaan zikir setelah salat juga menjadi rutinitas yang dibiasakan.

Selain hal di atas, adalah pembiasaan adab- adab di Masjid menjadi kegiatan rutin yang dilakukan secara bertahap, semisal pembiasaaan zikir masuk dan keluar Masjid, menghormati dan mengagungkan Masjid, menjadikan Masjid sebagai tempat zikir, membaca Alquran dan salat.

Pada akhirnya, kelak –insya Allah, kegiatan Pembelajaran Wudu dan Salat dapat membentuk anak yang (1) cakap dalam wudu dan salat, (2) mengamalkan adab-adab di Masjid secara maksimal, dan (3) menjadikan Masjid sebagai tempat zikir, membaca Alquran dan salat.

Konsep dan cara Makan Siang seusai dengan Sarapan Pagi, kecuali seusai makan siang disertai dengan menyikat gigi dan mencuci piring masing-masing.
Sarapan pagi dan makan siang disediakan oleh TK Lughatuna, begitupula kudapan sore untuk Program Full Day.

Closing Journal bagi siswa merupakan sarana untuk mengingat kembali (recalling) pengalaman belajar yang telah dicapai dari awal hingga akhir hari belajar. Saat Jurnal Penutup anak menceritakan kembali pengalaman belajarnya secara lisan. Jurnal Penutup menjadi sarana bagi anak untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Indonesia dan Inggris secara lisan. Jurnal Penutup merupakan ‘penilaian’ harian tentang perkembangan yang dicapai anak.
Bagi Guru, Jurnal Penutup merupakan refleksi untuk melihat efektivitas pengajaran yang disampaikannya. 

Saat jam pulang, Lughatuna Schools menyerahkan anak kepada orangtua atau orang yang mewakili untuk menjemput. Memastikan anak telah diterima oleh orangtua dan anak langsung pulang ke rumah setelah sekolah adalah tujuan lain dari prosesi Pelepasan Kepulangan Siswa.

Kegiatan Tahunan TK Lughatuna

sd_nama
Kegiatan Tahunan TK Lughatuna
TAHADU TAHABBU DAY

Tahadu Tahabbu Day (TTD) merupakan program berbagi antara sesama siswa. Dilaksanakan setelah PAS (Penilaian Akhir Tahun) dan PAT (Penilaian Akhir Tahun).

Outdoor Classroom Day

Outdoor Classroom Day (OCD) merupakan kegiatan pembelajaran di luar sekolah

Student Performance Week

Student Performance Week (SPW) Momen bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka.

END OF YEAR AWARD

End of Year Awards (EYA) merupakan penghargaan atas kepada siswa.

Happy Graduation Day

Happy Graduation Day (EYA) merupakan hari bahagia untuk siswa, orangtua dan Sekolah Lughatuna atas kelulusan di tingkat sekolah dasar.

Previous
Next